Sabtu, 01 Januari 2011

penyaluran KUR dekati target

JAKARTA Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) perbankan sudah mencapai Rpl4,44 triliun pada 15 Desember 2010 atau 93% dari revisi target akhir (ahun sebesar Rpl5,4 triliun.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan penyaluran KUR terbesar masih dilakukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebesar Rp8,91 triliun (61,7%). Dia pun mengaku sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh perbankan pelat merah dalam meningkatkan penyaluran KUR tersebut.

"Penyaluran KUR sudah cukup baik, sudah Rpl4,4 triliun atau 93% dari target revisi kami sebesar Rpl5,4 triliun. Awalnya kami hanya menargetkan Rp 13,1 triliun hingga akhir tahun ini, tapi ternyata sudah melebihi," ujarnya kemarin.

Selain BRI, gabungan 13 bank pembangunan daerah (BPD) juga telah menyalurkan sebanyak Rpl,88 triliun, disusul oleh PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rpl ,61 triliun, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk sebesar Rp803 miliar.

Adapun, PT Bank Tabungan Negara Tbk sudah menyalurkan KUR sebanyak Rp615 miliar, PT Bank Syariah Mandiri Tbk sebesar Rp402 miliar, dan PT Bank Bukopin Tbk sebesar RplO8 miliar. Mustafa menyatakan optimistis target akhir sebesar Rpl 5,4 triliun dapat ter-penuhi.

"Mudah-mudahan bisa tercapai. BNI yang masih kecil terus kami dorong untuk lebih banyak menyalurkan KUR. Sekarang sudah 50%-an, kami ingin bisa sampai 65%. BRI yang terbesar sudah Rp8,9 triliunan, kami harap bisa bertambah menjadi Rp9,5 triliun, begitu juga dengan bank lainnya," tuturnya.

Kredit usaha rakyat merupakan fasilitas pembiayaan yang dapat diakses oleh UMKM dan koperasi terutama yang memiliki usaha yang layak tetapi belum bankable. Usaha yang dimaksud memiliki prospek bisnis yang baik dan memiliki kemampuan untuk mengembalikan.

UMKM dan Koperasi yang diharapkan dapat mengakses KUR adalah yang bergerak di sektor usaha produktif antara lain pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan dan jasa keuangan asimpan pinjam.

KUR mulai dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada akhir 2007. Kredit yang menyasar debitur yang belum pernah tersentuh kredit ini dijamin oleh PT Jamkrindo dan PT Askrindo dari dana APBN.

Awalnya, hanya enam bank yang terlibat pada program ini. Selain BRI, ada Bank Mandiri, BNI, BTN, Bank Bukopin, dan Bank Syariah Mandiri. Sejumlah bank pembangunan daerah bergabung belakangan.


sumber : bisnis indonesia

Tidak ada komentar: